Surah An - Nahl : jumlah Ayat : 128

ataa amru allaahi falaa tasta'jiluuhu subhaanahu wata'aalaa 'ammaa yusyrikuuna 1. Telah pasti datangnya ketetapan Allah [818 ] maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. [818 ] Ketetapan Allah di sini ialah hari kiamat yang telah diancamkan kepada orang- orang musyrikin. SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Aliyah yang menceritakan, bhw ada sorg laki" dari kalangn kaum musyrikin berutang kpd sorg laki-laki dari kalangan kaum Muslimin. Kemudian lelaki muslim itu datang menagih kepadanya; dan di antara perkataan yang diucapkan oleh lelaki muslim itu ialah, "Aku sangat berharap sekali sesudah mati, utang itu menjadi pahala sebesar demikian dan demikian." Maka lelaki musyrik itu menjawabnya, "Sesungguhnya kamu ini menduga bahwa kamu akan dibangkitkan kembali sesudah mati." Kemudian lelaki musyrik itu bersumpah dengan memakai nama Allah secara sungguh- sungguh, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang sudah mati." Maka turunlah ayat ini. yunazzilu almalaa-ikata bialrruuhi min amrihi 'alaa man yasyaau min 'ibaadihi an andziruu annahu laa ilaaha illaa anaa faittaquuni 2. Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba- hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku". khalaqa alssamaawaati waal- ardha bialhaqqi ta'aalaa 'ammaa yusyrikuuna 3. Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak [819 ]. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan. [819 ] Lihat ayat 5 surat (10)
Yunus. khalaqa al-insaana min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. waal-an'aama khalaqahaa lakum fiihaa dif-un wamanaafi'u waminhaa ta-kuluuna 5. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai- bagai manfa'at, dan sebahagiannya kamu makan. walakum fiihaa jamaalun hiina turiihuuna wahiina tasrahuuna 6. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. watahmilu atsqaalakum ilaa baladin lam takuunuu baalighiihi illaa bisyiqqi al-anfusi inna rabbakum larauufun rahiimun 7. Dan ia memikul beban- bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar- benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, waalkhayla waalbighaala waalhamiira litarkabuuhaa waziinatan wayakhluqu maa laa ta'lamuuna 8. dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal [820 ], dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [820 ] Bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai. wa'alaa allaahi qashdu alssabiili waminhaa jaa-irun walaw syaa- a lahadaakum ajma'iina 9. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). huwa alladzii anzala mina alssamaa-i maa-an lakum minhu syaraabun waminhu syajarun fiihi tusiimuuna 10. Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh- tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. yunbitu lakum bihi alzzar'a waalzzaytuuna waalnnakhiila waal-a'naa ba wamin kulli altstsamaraati inna fii dzaalika laaayatan liqawmin yatafakkaruuna 11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah- buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. wasakhkhara lakumu allayla waalnnahaa ra waalsysyamsa waalqamara waalnnujuumu musakhkharaa tun bi-amrihi inna fii dzaalika laaayaatin liqawmin ya'qiluuna 12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang- bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah- Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), wamaa dzara-a lakum fii al- ardhi mukhtalifan alwaanuhu inna fii dzaalika laaayatan liqawmin yadzdzakkaruuna 13. dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. wahuwa alladzii sakhkhara albahra lita/kuluu minhu lahman thariyyan watastakhrijuu minhu hilyatan talbasuunahaa wataraa alfulka mawaakhira fiihi walitabtaghuu min fadhlihi wala'allakum tasykuruuna 14. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. wa-alqaa fii al-ardhi rawaasiya an tamiida bikum wa-anhaaran wasubulan la'allakum tahtaduuna 15. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, wa'alaamaatin wabialnnajmi hum yahtaduuna 16. dan (Dia ciptakan) tanda- tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. afaman yakhluqu kaman laa yakhluqu afalaa tadzakkaruuna 17. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. wa-in ta'udduu ni'mata allaahi laa tuhsuuhaa inna allaaha laghafuurun rahiimun 18. Dan jika kamu menghitung- hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. waallaahu ya'lamu maa tusirruuna wamaa tu'linuuna 19. Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan. waalladziina yad'uuna min duuni allaahi laa yakhluquuna syay-an wahum yukhlaquuna 20. Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. * amwaatun ghayru ahyaa-in wamaa yasy'uruuna ayyaana yub'atsuuna 21. ( Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala- berhala tidak mengetahui bilakah penyembah- penyembahnya akan dibangkitkan. Ketakaburan menjadikan seseorang ingkar kepada kebenaran. ilaahukum ilaahun waahidun faalladziina laa yu/minuuna bial- aakhirati quluubuhum munkiratun wahum mustakbiruuna 22. Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang- orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. laa jarama anna allaaha ya'lamu maa yusirruuna wamaa yu'linuuna innahu laa yuhibbu almustakbiriina 23. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. wa-idzaa qiila lahum maatsaa anzala rabbukum qaaluu asaathiiru al-awwaliina 24. Dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng- dongengan orang-orang dahulu", liyahmiluu awzaarahum kaamilatan yawma alqiyaamati wamin awzaari alladziina yudhilluunahum bighayri 'ilmin alaa saa-a maa yaziruuna 25. ( ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh- penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. qad makara alladziina min qablihim fa-ataa allaahu bunyaanahum mina alqawaa'idi fakharra 'alayhimu alssaqfu min fawqihim wa-ataa humu al'adzaabu min haytsu laa yasy'uruuna 26. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. tsumma yawma alqiyaamati yukhziihim wayaquulu ayna syurakaa -iya alladziina kuntum tusyaaqquuna fiihim qaala alladziina uutuu al'ilma inna alkhizya alyawma waalssuu-a 'alaa alkaafiriina 27. Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu'min) ?" Berkatalah orang- orang yang telah diberi ilmu: [821 ] "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir", [821 ] Yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi ilmu ialah : para malaikat, nabi-nabi dan orang-orang mu'min. alladziina tatawaffaahumu almalaa-ikatu zhaalimii anfusihim fa-alqawuu alssalama maa kunnaa na'malu min suu-in balaa inna allaaha 'aliimun bimaa kuntum ta'maluuna 28. ( yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". faudkhuluu abwaaba jahannama khaalidiina fiihaa falabi/sa matswaa almutakabbiriina 29. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. waqiila lilladziina ittaqaw maatsaa anzala rabbukum qaaluu khayran lilladziina ahsanuu fii haadzihi alddunyaa hasanatun waladaaru al- aakhirati khayrun walani'ma daaru almuttaqiina 30. Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang- orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, * jannaatu 'adnin yadkhuluunahaa tajrii min tahtihaa al-anhaaru lahum fiihaa maa yasyaauuna kadzaalika yajzii allaahu almuttaqiina 31. ( yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai- sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, alladziina tatawaffaahumu almalaa-ikatu thayyibiina yaquuluuna salaamun 'alaykumu udkhuluu aljannata bimaa kuntum ta'maluuna 32. ( yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik [822 ] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum [823 ], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". [822 ] Maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kema'siatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk syurga. [823 ] Artinya selamat sejahtera bagimu. hal yanzhuruuna illaa an ta/ tiyahumu almalaa-ikatu aw ya/ tiya amru rabbika kadzaalika fa'ala alladziina min qablihim wamaa zhalamahumu allaahu walaakin kaanuu anfusahum yazhlimuuna 33. Tidak ada yang ditunggu- tunggu orang kafir selain dari datangnya para malaikat kepada mereka [824 ] atau datangnya perintah Tuhanmu [825 ]. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri, [824 ] Ya'ni: kedatangan malaikat untuk mencabut nyawa mereka. [825 ] Ya'ni: kedatangan azab dari Allah untuk memusnahkan mereka. fa-ashaabahum sayyi-aatu maa 'amiluu wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uuna 34. Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokan. waqaala alladziina asyrakuu law syaa-a allaahu maa 'abadnaa min duunihi min syay-in nahnu walaa aabaaunaa walaa harramnaa min duunihi min syay-in kadzaalika fa'ala alladziina min qablihim fahal 'alaa alrrusuli illaa albalaaghu almubiinu 35. Dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. walaqad ba'atsnaa fii kulli ummatin rasuulan ani u'buduu allaa ha waijtanibuu alththaaghuuta faminhum man hadaa allaahu waminhum man haqqat 'alayhi aldhdhalaalatu fasiiruu fii al-ardhi faunzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu almukadzdzibiina 36. Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut [826 ] itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya [827 ]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang- orang yang mendustakan (rasul- rasul). [826 ] Lihat not 162 tentang arti "Thaghut". [827 ] Lihat not 34
tentang arti "disesatkan Allah". in tahrish 'alaa hudaahum fa- inna allaaha laa yahdii man yudhillu wamaa lahum min naasiriina 37. Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali- kali mereka tiada mempunyai penolong. wa-aqsamuu biallaahi jahda aymaanihim laa yab'atsu allaahu man yamuutu balaa wa'dan 'alayhi haqqan walaakinna aktsara alnnaasi laa ya'lamuuna 38. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui, SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Daud bin Abu Hindun yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu, "Dan orang orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya..." (An-Nahl 41) sampai dengan firman-Nya, "...dan hanya kepada Rabb mereka sajalah mereka bertawakkal." (Q.S. An-Nahl 42).
Ayat-ayat di atas diturunkan berkenaan dengan Abu Jandal bin Suhail. liyubayyina lahumu alladzii yakhtalifuuna fiihi waliya'lama alladz iina kafaruu annahum kaanuu kaadzibiina 39. agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta. innamaa qawlunaa lisyay-in idzaa aradnaahu an naquula lahu kun fayakuunu 40. Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia. * waalladziina haajaruu fii allaahi min ba'di maa zhulimuu lanubawwi-annahum fii alddunyaa hasanatan wala-ajru al-aakhirati akbaru law kaanuu ya'lamuuna 41. Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Daud bin Abu Hindun yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu, "Dan orang orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya..." (An-Nahl 41) sampai dengan firman-Nya, "...dan hanya kepada Rabb mereka sajalah mereka bertawakkal." (Q.S. An-Nahl 42).
Ayat-ayat di atas diturunkan berkenaan dengan Abu Jandal bin Suhail. alladziina shabaruu wa'alaa rabbihim yatawakkaluuna 42. ( yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal. SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan firman- Nya, "Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki." (Q.S. An-Nahl 75).
wamaa arsalnaa min qablika illaa rijaalan nuuhii ilayhim fais- aluu ahla aldzdzikri in kuntum laa ta'lamuuna 43. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang- orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan [828 ] jika kamu tidak mengetahui, [828 ] Ya'ni: orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab. bialbayyinaati waalzzuburi wa- anzalnaa ilayka aldzdzikra litubayyina lilnnaasi maa nuzzila ilayhim wala'allahum yatafakkaruuna 44. keterangan-keterangan (mu'jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al- Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka [829 ] dan supaya mereka memikirkan, [829 ] Ya'ni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al- Qur'an. afa-amina alladziina makaruu alssayyi-aati an yakhsifa allaahu bihimu al-ardha aw ya/ tiyahumu al'adzaabu min haytsu laa yasy'uruuna 45. maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari, aw ya/khudzahum fii taqallubihim famaa hum bimu'jiziina 46. atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), aw ya/khudzahum 'alaa takhawwufin fa-inna rabbakum larauufun rah iimun 47. atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa) [830 ]. Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. [830 ] Menurut sebahagian ahli tafsir, "Takhawwuf" berarti dalam keadaan takut. awa lam yaraw ilaa maa khalaqa allaahu min syay-in yatafayyau zhilaaluhu 'ani alyamiini waalsysyamaa-ili sujjadan lillaahi wahum daakhiruuna 48. Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri? walillaahi yasjudu maa fii alssamaawaati wamaa fii al- ardhi min daabbatin waalmalaa- ikatu wahum laa yastakbiruuna 49. Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. yakhaafuuna rabbahum min fawqihim wayaf'aluuna maa yu/ maruuna 50. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). Manusia yang dalam keadaan terjepit ingat kembali kepada Allah. * waqaala allaahu laa tattakhidzuu ilaahayni itsnayni innamaa huwa ilaahun waahidun fa-iyyaaya fairhabuuni 51. Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut". walahu maa fii alssamaawaati waal-ardhi walahu alddiinu waasiban afaghayra allaahi tattaquuna 52. Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah keta'atan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah? wamaa bikum min ni'matin famina allaahi tsumma idzaa massakumu aldhdhurru fa-ilayhi taj-aruuna 53. Dan apa saja ni'mat yang ada pada kamu, maka dari Allah- lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. tsumma idzaa kasyafa aldhdhurra 'ankum idzaa fariiqun minkum birabbihim yusyrikuuna 54. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain), liyakfuruu bimaa aataynaahum fatamatta'uu fasawfa ta'lamuuna 55. Biarlah mereka mengingkari ni'mat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya). wayaj'aluuna limaa laa ya'lamuuna nashiiban mimmaa razaqnaahum taallaahi latus- alunna 'ammaa kuntum taftaruuna 56. Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bahagian dari rezki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan. wayaj'aluuna lillaahi albanaati subhaanahu walahum maa yasytahuuna 57. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan [831 ]. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). [831 ] Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan yaitu malaikat- malaikat karena mereka sangat benci kepada anak-anak perempuan sebagaimana tersebut dalam ayat berikutnya. wa-idzaa busysyira ahaduhum bialuntsaa zhalla wajhuhu muswaddan wahuwa kazhiimun 58. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. yatawaaraa mina alqawmi min suu-i maa busysyira bihi ayumsikuhu 'alaa huunin am yadussuhu fii altturaabi alaa saa-a maa yahkumuuna 59. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. lilladziina laa yu/minuuna bial- aakhirati matsalu alssaw-i walillaahi almatsalu al-a'laa wahuwa al'aziizu alhakiimu 60. Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia- lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. * walaw yu-aakhidzu allaahu alnnaasa bizhulmihim maa taraka 'alayhaa min daabbatin walaakin yu-akhkhiruhum ilaa ajalin musamman fa-idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta/khiruuna saa'atan walaa yastaqdimuuna 61. Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan- Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. wayaj'aluuna lillaahi maa yakrahuuna watashifu alsinatuhumu alkadziba anna lahumu alhusnaa laa jarama anna lahumu alnnaara wa- annahum mufrathuuna 62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya). taallaahi laqad arsalnaa ilaa umamin min qablika fazayyana lahumu alsysyayth aanu a'maalahum fahuwa waliyyuhumu alyawma walahum 'adzaa bun aliimun 63. Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. wamaa anzalnaa 'alayka alkitaaba illaa litubayyina lahumu alladzii ikhtalafuu fiihi wahudan warahmatan liqawmin yu/minuuna 64. Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. waallaahu anzala mina alssamaa-i maa-an fa-ahyaa bihi al-ardha ba'da mawtihaa inna fii dzaalika laaayatan liqawmin yasma'uuna 65. Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang- orang yang mendengarkan (pelajaran). wa-inna lakum fii al-an'aami la'ibratan nusqiikum mimmaa fii buthuunihi min bayni fartsin wadamin labanan khaalishan saa-ighan lilsysyaaribiina 66. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang- orang yang meminumnya. wamin tsamaraati alnnakhiili waal-a'naabi tattakhidzuuna minhu sakaran warizqan h asanan inna fii dzaalika laaayatan liqawmin ya'qiluuna 67. Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. wa-awhaa rabbuka ilaa alnnahli ani ittakhidzii mina aljibaali buyuutan wamina alsysyajari wamimmaa ya'risyuuna 68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang- sarang di bukit-bukit, di pohon- pohon kayu, dan di tempat- tempat yang dibikin manusia", tsumma kulii min kulli altstsamaraa ti fauslukii subula rabbiki dzululan yakhruju min buthuunihaa syaraabun mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaaun lilnnaasi inna fii dzaalika laaayatan liqawmin yatafakkaruuna 69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. waallaahu khalaqakum tsumma yatawaffaakum waminkum man yuraddu ilaa ardzali al'umuri likay laa ya'lama ba'da 'ilmin syay-an inna allaaha 'aliimun qadiirun 70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

((( SAMBUNGAN SURAH )))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

www.picasion.com

SAHABAT

TOTAL TAYANGAN KAMI
free hit counter

KLIK MURTOMPANG CITY