Surah Az Zukhruf: jumlah Ayat: 89

haa-miim 1. Haa Miim [1349 ]. [1349 ] Lihat not 10.
waalkitaabi almubiini 2. Demi Kitab (Al-Qur'an) yang menerangkan. innaa ja'alnaahu qur-aanan 'arabiyyan la'allakum ta'qiluunaa 3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). wa-innahu fii ummi alkitaabi ladaynaa la'aliyyun hakiimun 4. Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. afanadhribu 'ankumu aldzdzikra shafhan an kuntum qawman musrifiina 5. Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur'an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas? wakam arsalnaa min nabiyyin fii al-awwaliina 6. Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. wamaa ya/tiihim min nabiyyin illaa kaanuu bihi yastahzi-uuna 7. Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. fa-ahlaknaa asyadda minhum bathsyan wamadaa matsalu al- awwaliina 8. Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al- Qur'an) perumpamaan umat- umat masa dahulu. wala-in sa-altahum man khalaqa alssamaa waati waal-ardha layaquulunna khalaqahunna al'aziizu al'aliimu 9. Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". alladzii ja'ala lakumu al-ardha mahdan waja'ala lakum fiihaa subulan la'allakum tahtaduuna 10. Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk. waalladzii nazzala mina alssamaa-i maa-an biqadarin fa- ansyarnaa bihi baldatan maytan kadzaalika tukhrajuuna 11. Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). waalladzii khalaqa al-azwaaja kullahaa waja'ala lakum mina alfulki waal-an'aami maa tarkabuuna 12. Dan Yang menciptakan semua yang berpasang- pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. litastawuu 'alaa zhuhuurihi tsumma tadzkuruu ni'mata rabbikum idzaa istawaytum 'alayhi wataquuluu subhaana alladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina 13. Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat ni'mat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, wa-innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuuna 14. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami". waja'aluu lahu min 'ibaadihi juz- an inna al-insaana lakafuurun mubiinun 15. Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba- Nya sebagai bahagian daripada- Nya [1350 ]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). [1350 ] Maksudnya orang musyrikin mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah padahal malaikat itu sebahagian dari makhluk ciptaan-Nya. ami ittakhadza mimmaa yakhluqu banaatin wa- ashfaakum bialbaniina 16. Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki. wa-idzaa busysyira ahaduhum bimaa dharaba lilrrahmaani matsalan zhalla wajhuhu muswaddan wahuwa kazhiimun 17. Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa [1351 ] yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih [1352 ]. [1351 ] Yang dimaksud dengan "apa" yang dijadikan sebagai misal bagi Allah ialah kelahiran anak perempuan. [1352 ] Maksud ayat ini ialah bilamana dia diberi kabar tentang kelahiran anaknya yang perempuan, mukanya menjadi merah padam karena malu dan dia amat marah, padahal dia sendiri mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan. awaman yunasysyau fii alhilyati wahuwa fii alkhishaami ghayru mubiinin 18. Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran [1353 ]. [1353 ] Ayat ini menggambarkan keadaan wanita Arab waktu Al- Qur'an diturunkan. waja'aluu almalaa-ikata alladziina hum 'ibaadu alrrahmaani inaatsan asyahiduu khalqahum satuktabu syahaa datuhum wayus-aluuna 19. Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung- jawaban. waqaaluu law syaa-a alrrahmaanu maa 'abadnaahum maa lahum bidzaalika min 'ilmin in hum illaa yakhrushuuna 20. Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)". Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga- duga belaka. * am aataynaahum kitaaban min qablihi fahum bihi mustamsikuuna 21. Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al- Qur'an, lalu mereka berpegang dengan kitab itu ? bal qaaluu innaa wajadnaa aabaa-anaa 'alaa ummatin wa- innaa 'alaa aatsaarihim muhtaduuna 22. Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang- orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka". wakadzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaa innaa wajadnaa aabaa-anaa 'alaa ummatin wa-innaa 'alaa aatsaarihim muqtaduuna 23. Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". qaala awa law ji/tukum bi- ahdaa mimmaa wajadtum 'alayhi aabaa-akum qaaluu innaa bimaa ursiltum bihi kaafiruuna 24. ( Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya." faintaqamnaa minhum faunzhur kayfa kaana 'aaqibatu almukadzdzibiina 25. Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang- orang yang mendustakan itu. wa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi waqawmihi innanii baraaun mimmaa ta'buduuna 26. Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya [1354 ] dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah [1355 ], [1354 ] Lihat not 489.
[1355 ] Maksudnya: Nabi Ibrahim a.s. tidak menyembah berhala- berhala yang disembah kaumnya. illaa alladzii fatharanii fa-innahu sayahdiini 27. tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku". waja'alahaa kalimatan baaqiyatan fii 'aqibihi la'allahum yarji'uuna 28. Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu [1356 ]. [l356 ] Maksudnya: Nabi Ibrahim a.s. menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya sehingga kalau terdapat di antara mereka yang mempersekutukan Tuhan agar mereka kembali kepada Tauhid itu. bal matta'tu haaulaa-i waaabaa- ahum hattaa jaa-ahumu alhaqqu warasuulun mubiinun 29. Tetapi Aku telah memberikan keni'matan hidup kepada mereka dan bapak- bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al-Qur'an) dan seorang rasul yang memberi penjelasan [1357 ]. [1357 ] Di antara keturunan Nabi Ibrahim a.s. itu ada yang melupakan tauhid dan Tuhan tidak mengazab mereka tetapi memberikan keni'matan dan kehidupan kepada mereka yang seharusnya mereka syukuri. Mereka tidak mensyukurinya malahan menurutkan hawa nafsu, karena itu Tuhan menurunkan Al-Qur'an dan mengutus seorang Rasul untuk membimbing mereka. walammaa jaa-ahumu alhaqqu qaaluu haadzaa sihrun wa-innaa bihi kaafiruuna 30. Dan tatkala kebenaran (Al- Qur'an) itu datang kepada mereka, mereka berkata: "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya". * waqaaluu lawlaa nuzzila haadzaa alqur-aanu 'alaa rajulin mina alqaryatayni 'azhiimun 31. Dan mereka berkata: "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini [1358 ]?" [1368 ] Mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad SAW, karena menurut pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi rasul itu hendaklah seorang yang kaya raya dan berpengaruh. ahum yaqsimuuna rahmata rabbika nahnu qasamnaa baynahum ma'iisyatahum fii alh ayaati alddunyaa warafa'naa ba'dhahum fawqa ba'dhin darajaatin liyattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhriyyan warahmatu rabbika khayrun mimmaa yajma'uuna 32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. walawlaa an yakuuna alnnaasu ummatan waahidatan laja'alnaa liman yakfuru bialrrahmaani libuyuutihim suqufan min fidhdh atin wama'aarija 'alayhaa yazhharuuna 33. Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya. walibuyuutihim abwaaban wasururan 'alayhaa yattaki- uuna 34. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah- rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya. wazukhrufan wa-in kullu dzaa lika lammaa mataa'u alhayaati alddunyaa waal- aakhiratu 'inda rabbika lilmuttaqiina 35. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang- orang yang bertakwa. waman ya'syu 'an dzikri alrrahmaani nuqayyidh lahu syaythaanan fahuwa lahu qariinun 36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. wa-innahum layash udduunahum 'ani alssabiili wayahsabuuna annahum muhtaduuna 37. Dan sesungguhnya syaitan- syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. hattaa idzaa jaa-anaa qaala yaa layta baynii wabaynaka bu'da almasyriqayni fabi/sa alqariinu 38. Sehingga apabila orang- orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)". walan yanfa'akumu alyawma idz zhalamtum annakum fii al'adzaabi musytarikuuna 39. ( Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu. afa-anta tusmi'u alshshumma aw tahdii al'umya waman kaana fii dhalaalin mubiinin 40. Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? * fa-immaa nadzhabanna bika fa- innaa minhum muntaqimuuna 41. Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). aw nuriyannaka alladzii wa'adnaahum fa-innaa 'alayhim muqtadiruuna 42. Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka [1359 ]. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka. [1359 ] Maksudnya ialah kemenangan Muhammad SAW dan kehancuran kaum musyrik. faistamsik bialladzii uuhiya ilayka innaka 'alaa shiraathin mustaqiimin 43. Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. wa-innahu ladzikrun laka waliqawmika wasawfa tus- aluuna 44. Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. wais-al man arsalnaa min qablika min rusulinaa aja'alnaa min duuni alrrahmaani aalihatan yu'baduuna 45. Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?" walaqad arsalnaa muusaa bi- aayaatinaa ilaa fir'awna wamala-ihi faqaala innii rasuulu rabbi al'aalamiina 46. Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mu'jizat-mu'jizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam". falammaa jaa-ahum bi- aayaatinaa idzaa hum minhaa yadhakuuna 47. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mu'jizat-mu'jizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya. wamaa nuriihim min aayatin illaa hiya akbaru min ukhtihaa wa-akhadznaahum bial'adzaabi la'allahum yarji'uuna 48. Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mu'jizat kecuali mu'jizat itu lebih besar dari mu'jizat- mu'jizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab [1360 ] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). [1360 ] Yang dimaksud "azab" di sini ialah azab duniawi sebagai cobaan dari Tuhan seperti kurangnya makanan, berjangkitnya hama tumbuh- tumbuhan dan lain-lain. waqaaluu yaa ayyuhaa alsaahiru ud'u lanaa rabbaka bimaa 'ahida 'indaka innanaa lamuhtaduuna 49. Dan mereka berkata: "Hai ahli sihir [1361 ], berdo'alah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadmu; sesungguhnya kami (jika do'amu dikabulkan) benar- benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk. [1361 ] Yang mereka maksud dengan ahli sihir di sini ialah Nabi Musa a.s. falammaa kasyafnaa 'anhumu al'adzaaba idzaa hum yankutsuuna 50. Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya). * wanaadaa fir'awnu fii qawmihi qaala yaa qawmi alaysa lii mulku mishra wahaadzihi al-anhaaru tajrii min tahtii afalaa tubshiruuna 51. Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat (nya)? am anaa khayrun min haadzaa alladzii huwa mahiinun walaa yakaadu yubiinu 52. Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)? falawlaa ulqiya 'alayhi aswiratun min dzahabin aw jaa-a ma'ahu almalaa-ikatu muqtariniina 53. Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas [1362 ] atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?" [1362 ] Maksudnya: kenapa Tuhan tidak memakaikan gelang mas kepada Musa, sebab menurut kebiasaan mereka apabila seseorang akan diangkat menjadi pemimpin mereka mengenakan gelang dan kalung emas kepadanya sebagai tanda kebesaran. faistakhaffa qawmahu fa- ath aa'uuhu innahum kaanuu qawman faasiqiina 54. Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. falammaa aasafuunaa intaqamnaa minhum fa- aghraqnaahum ajma'iina 55. Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), faja'alnaahum salafan wamatsalan lil-aakhiriina 56. dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. walammaa dhuriba ibnu maryama matsalan idzaa qawmuka minhu yashidduuna 57. Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. waqaaluu aaalihatunaa khayrun am huwa maa dharabuuhu laka illaa jadalan bal hum qawmun khashimuuna 58. Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan- tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar [1363 ]. [1363 ] Ayat 57 dan 58 di atas menceritakan kembali kejadian sewaktu Rasulullah membacakan di hadapan orang Quraisy ayat 98 Surat Al-Anbiya yang artinya "Sesungguhnya kamu dan yang kamu sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam". Maka seorang Quraisy bernama Abdullah bin Az Zab'ari menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang keadaan Isa yang disembah orang Nasrani apakah beliau juga menjadi kayu bakar neraka Jahannam seperti halnya sembahan-sembahan mereka. Rasulullah terdiam dan merekapun mentertawakannya; lalu mereka menanyakan lagi mengenai mana yang lebih baik antara sembahan-sembahan mereka dengan Isa a.s. Pertanyaan-pertanyan mereka ini hanyalah mencari perbantahan saja, bukanlah mencari kebenaran. Jalan pikiran mereka itu adalah kesalahan yang besar. Isa a.s. bahwa beliau disembah dan tidak pula rela dijadikan sembahan. in huwa illaa 'abdun an'amnaa 'alayhi waja'alnaahu matsalan libanii israa-iila 59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni'mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail [1364)
[1364 ] Ayat ini menegaskan pandangan Islam terhadap kedudukan lsa a.s. walaw nasyaau laja'alnaa minkum malaa-ikatan fii al- ardhi yakhlufuuna 60. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. * wa-innahu la'ilmun lilssaa'ati falaa tamtarunna bihaa waittabi'uuni haadzaa shiraathun mustaqiimun 61. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. walaa yashuddannakumu alsysyaythaanu innahu lakum 'aduwwun mubiinun 62. Dan janganlah kamu sekali- kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. walammaa jaa-a 'iisaa bialbayyinaati qaala qad ji/ tukum bialhikmati wali- ubayyina lakum ba'dha alladzii takhtalifuuna fiihi faittaquu allaa ha wa-athii'uuni 63. Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat [1365 ] dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". [1365 ] Yang dimaksud dengan hikmat di sini ialah kenabian, Injil dan hukum. inna allaaha huwa rabbii warabbukum fau'buduuhu haadzaa shiraathun mustaqiimun 64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. faikhtalafa al-ahzaabu min baynihim fawaylun lilladziina zhalamuu min 'adzaabi yawmin aliimin 65. Maka berselisihlah golongan- golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim ya'ni siksaan hari yang pedih (kiamat). hal yanzhuruuna illaa alssaa'ata an ta/tiyahum baghtatan wahum laa yasy'uruuna 66. Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. al-akhillaau yawma-idzin ba'dhuhum liba'dhin 'aduwwun illaa almuttaqiina 67. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. yaa 'ibaadi laa khawfun 'alaykumu alyawma walaa antum tahzanuuna 68. "Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. alladziina aamanuu bi- aayaatinaa wakaanuu muslimiina 69. ( Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. udkhuluu aljannata antum wa- azwaa jukum tuhbaruuna 70. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan". * yuthaafu 'alayhim bishihaafin min dzahabin wa-akwaabin wafiihaa maa tasytahiihi al- anfusu wataladzdzu al-a'yunu wa-antum fiihaa khaaliduuna 71. Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya". watilka aljannatu allatii uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta'maluuna 72. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. lakum fiihaa faakihatun katsiiratun minhaa ta/kuluuna 73. Di dalam surga itu ada buah- buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. inna almujrimiina fii 'adzaabi jahannama khaaliduuna 74. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam. laa yufattaru 'anhum wahum fiihi mublisuuna 75. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. wamaa zhalamnaahum walaakin kaanuu humu alzhzhaalimiina 76. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. wanaadaw yaa maaliku liyaqdhi 'alaynaa rabbuka qaala innakum maakitsuuna 77. Mereka berseru: "Hai Malik [1366 ] biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". [1366 ] Malik adalah malaikat penjaga neraka. laqad ji/naakum bialhaqqi walaakinna aktsarakum lilhaqqi kaarihuuna 78. Sesungguhnya Kami benar- benar telah memhawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu. am abramuu amran fa-innaa mubrimuuna 79. Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami menetapkan pula [1367 ]. [1367 ] Maksudnya: kaum musyrikin Mekah bukan saja benci kepada kebenaran, bahkan mereka juga telah merencanakan hendak membunuh Nabi Muhammad s.a w. Tetapi rencana itu gagal, karena Allah juga mempunyai rencana untuk menyelamatkan Nabi. am yahsabuuna annaa laa nasma'u sirrahum wanajwaa hum balaa warusulunaa ladayhim yaktubuuna 80. Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. * qul in kaana lilrrahmaani waladun fa-anaa awwalu al'aabidiina 81. Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu). subhaana rabbi alssamaawaati waal-ardhi rabbi al'arsyi 'ammaa yashifuuna 82. Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu. fadzarhum yakhuudhuu wayal'abuu hattaa yulaaquu yawmahumu alladzii yuu'aduuna 83. Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka. wahuwa alladzii fii alssamaa-i ilaahun wafii al-ardhi ilaahun wahuwa alhakiimu al'aliimu 84. Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. watabaaraka alladzii lahu mulku alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa wa'indahu 'ilmu alssaa'ati wa-ilayhi turja'uuna 85. Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi- Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada- Nyalah kamu dikembalikan. walaa yamliku alladziina yad'uuna min duunihi alsysyafaa 'ata illaa man syahida bialhaqqi wahum ya'lamuuna 86. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya) [1368 ]. [1368 ] Maksudnya Nabi Muhammad dan Nabi yang lain dapat memberi syafa'at sesudah di beri izin oleh Allah s.w.t. wala-in sa-altahum man khalaqahum layaquulunna allaa hu fa-annaa yu/fakuuna 87. Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )?, waqiilihi yaa rabbi inna haaulaa- i qawmun laa yu/minuuna 88. dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman". faishfah 'anhum waqul salaamun fasawfa ya'lamuuna 89. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

Surah Ad Dukhaan: jumlah Ayat: 59

haa-miim 1. Haa miim [1369 ]. [1369 ] Lihat Not no. 10.
waalkitaabi almubiini 2. Demi Kitab (Al-Qur'an) yang menjelaskan, innaa anzalnaahu fii laylatin mubaarakatin innaa kunnaa mundziriina 3. sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi [1370 ] dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [1370 ] Malam yang diberkahi ialah malam Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. fiihaa yufraqu kullu amrin hakiimin 4. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah [1371 ], [1371 ] Yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti: hidup, mati, rezki, untung baik, untung buruk dan sebagainya. amran min 'indinaa innaa kunnaa mursiliina 5. ( yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul- rasul, rahmatan min rabbika innahu huwa alssamii'u al'aliimu 6. sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, rabbi alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa in kuntum muuqiniina 7. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. laa ilaaha illaa huwa yuhyii wayumiitu rabbukum warabbu aa baa-ikumu al-awwaliina 8. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu. bal hum fii syakkin yal'abuuna 9. Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. fairtaqib yawma ta/tii alssamaa u bidukhaanin mubiinin 10. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata [1372 ], [1372 ] Yang dimaksud "kabut yang nyata" ialah bencana kelaparan yang menimpa kaum Quraisy karena mereka menentang Nabi Muhammad SAW yaghsyaa alnnaasa haadzaa 'adzaabun aliimun 11. yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. rabbanaa iksyif 'annaa al'adzaaba innaa mu/minuuna 12. ( Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman". annaa lahumu aldzdzikraa waqad jaa-ahum rasuulun mubiinun 13. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, tsumma tawallaw 'anhu waqaa luu mu'allamun majnuunun 14. kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila [1373 ]". [1373 ] Nabi Muhammad SAW dituduh menerima pelajaran dari seorang yang bukan bangsa Arab bernama Addas yang beragama Kristen. innaa kaasyifuu al'adzaabi qaliilan innakum 'aa-iduuna 15. Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). yawma nabthisyu albathsyata alkubraa innaa muntaqimuuna 16. ( Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras [1374 ]. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan. [1374 ] Hantaman yang keras itu terjadi di peperangan Badar di mana orang-orang musyrik dipukul dengan sehebat- hebatnya sehingga menderita kekalahan dan banyak di antara pemimpin-pemimpin mereka yang tewas. walaqad fatannaa qablahum qawma fir'awna wajaa-ahum rasuulun kariimun 17. Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, an adduu ilayya 'ibaada allaahi innii lakum rasuulun amiinun 18. ( dengan berkata): "Serahkanlah kepadaku hamba- hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, wa-an laa ta'luu 'alaa allaahi innii aatiikum bisulthaanin mubiinin 19. dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. wa-innii 'udztu birabbii warabbikum an tarjumuuni 20. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, * wa-in lam tu/minuu lii fai'taziluuni 21. dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)". fada'aa rabbahu anna haaulaa-i qawmun mujrimuuna 22. Kemudian Musa berdo'a kepada Tuhannya: "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)". fa-asri bi'ibaadii laylan innakum muttaba'uuna 23. ( Allah berfirman): "Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, wautruki albahra rahwan innahum jundun mughraquuna 24. dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan". kam tarakuu min jannaatin wa'uyuunin 25. Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, wazuruu'in wamaqaamin kariimin 26. dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah- indah, wana'matin kaanuu fiihaa faakihiina 27. dan kesenangan-kesenangan yang mereka meni'matinya, kadzaalika wa-awratsnaahaa qawman aakhariina 28. demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. famaa bakat 'alayhimu alssamaau waal-ardhu wamaa kaanuu munzhariina 29. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. walaqad najjaynaa banii israa- iila mina al'adzaabi almuhiini 30. Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, * min fir'awna innahu kaana 'aaliyan mina almusrifiina 31. dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas. walaqadi ikhtarnaahum 'alaa 'ilmin 'alaa al'aalamiina 32. Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa [l375 ]. [1375 ] Maksudnya: bangsa- bangsa yang ada pada masa mereka itu. waaataynaahum mina al-aayaati maa fiihi balaaun mubiinun 33. Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda- tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat ni'mat yang nyata [1376 ]. [1376 ] Yang dimaksud tanda- tanda kekuasaan Allah ialah seperti naungan awan, turunnya manna dan salwa, terpancarnya air dari batu, belahnya Laut Merah. inna haaulaa-i layaquuluuna 34. Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata, in hiya illaa mawtatunaa al- uulaa wamaa nahnu bimunsyariina 35. "tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan [1377 ], [1377 ] Orang-orang musyrik Mekah mengingkari bahwa mati itu dua kali sebagaimana tersebut dalam ayat 28 surat Al Baqarah. fa/tuu bi-aabaa-inaa in kuntum shaadiqiina 36. maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar". ahum khayrun am qawmu tubba'in waalladz iina min qablihim ahlaknaahum innahum kaanuu mujrimiina 37. Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa [1378 ]. [1378 ] Kaum Tubba' ialah orang-orang Himyar di Yaman dan Tubba' adalah gelar raja-raja mereka. wamaa khalaqnaa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa laa'ibiina 38. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. maa khalaqnaahumaa illaa bialhaqqi walaakinna aktsarahum laa ya'lamuuna 39. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. inna yawma alfashli miiqaatuhum ajma'iina 40. Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, * yawma laa yughnii mawlan 'an mawlan syay-an walaa hum yunsharuuna 41. yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, illaa man rahima allaahu innahu huwa al'aziizu alrrahiimu 42. kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. inna syajarata alzzaqquumi 43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu [1379 ], [1379 ] Lihat not. 1278.
tha'aamu al-atsiimi 44. makanan orang yang banyak berdosa. kaalmuhli yaghlii fii albuthuuni 45. ( Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, kaghalyi alhamiimi 46. seperti mendidihnya air yang amat panas. khudzuuhu fai'tiluuhu ilaa sawaa-i aljahiimi 47. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. tsumma shubbuu fawqa ra/sihi min 'adzaabi alhamiimi 48. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. dzuq innaka anta al'aziizu alkariimu 49. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia [1380 ]. [1380 ] Ucapan ini merupakan ejekan baginya. inna haadzaa maa kuntum bihi tamtaruuna 50. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya. * inna almuttaqiina fii maqaamin amiinin 51. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, fii jannaatin wa'uyuunin 52. ( yaitu) di dalam taman- taman dan mata-air-mata-air; yalbasuuna min sundusin wa- istabraqin mutaqaa biliina 53. mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap- hadapan, kadzaalika wazawwajnaahum bihuurin 'iinin 54. demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. yad'uuna fiihaa bikulli faakihatin aaminiina 55. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah- buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) [1381 ], [1381 ] Maksudnya, khawatir kehabisan atau khawatir sakit. laa yadzuuquuna fiihaa almawta illaa almawtata al-uulaa wawaqaahum 'adzaaba aljahiimi 56. mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, fadhlan min rabbika dzaalika huwa alfawzu al'azhiimu 57. sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. fa-innamaa yassarnaahu bilisaanika la'allahum yatadzakkaruuna 58. Sesungguhnya Kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran. fairtaqib innahum murtaqibuuna 59. Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).

Surah Al Jaatsiyah: jumlah Ayat: 37

haa-miim 1. Haa Miim [1382 ] [1382 ] Lihat not 10. tanziilu alkitaabi mina allaahi al'aziizi alhakiimi 2. Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. inna fii alssamaawaati waal- ardhi laaayaatin lilmu/miniina 3. Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. wafii khalqikum wamaa yabutstsu min daabbatin aayaatun liqawmin yuuqinuuna 4. Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda- tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, waikhtilaafi allayli waalnnahaari wamaa anzala allaahu mina alssamaa-i min rizqin fa-ahyaa bihi al-ardha ba'da mawtihaa watashriifi alrriyaahi aayaatun liqawmin ya'qiluuna 5. dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. tilka aayaatu allaahi natluuhaa 'alayka bialhaqqi fabi-ayyi hadiitsin ba'da allaahi waaayaatihi yu/minuuna 6. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan- Nya. waylun likulli affaakin atsiimin 7. Kecelakaan besarlah bagi tiap- tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, yasma'u aayaati allaahi tutlaa 'alayhi tsumma yushirru mustakbiran ka-an lam yasma'haa fabasysyirhu bi'adzaabin aliimin 8. dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan- akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. wa-idzaa 'alima min aayaatinaa syay-an ittakhadzahaa huzuwan ulaa-ika lahum 'adzaabun muhiinun 9. Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah [1383 ] yang memperoleh azab yang menghinakan. [1383 ] Maksudnya: Orang-orang yang banyak berdusta dan berdosa yang tersebut dalam ayat 7 di atas. min waraa-ihim jahannamu walaa yughnii 'anhum maa kasabuu syay-an walaa maa ittakhadzuu min duuni allaahi awliyaa-a walahum 'adzaabun 'azhiimun 10. Di hadapan mereka neraka Jahannam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar. haadzaa hudan waalladziina kafaruu bi-aayaati rabbihim lahum 'adzaabun min rijzin aliimin 11. Ini (Al-Qur'an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih. allaahu alladzii sakhkhara lakumu albahra litajriya alfulku fiihi bi-amrihi walitabtaghuu min fadh lihi wala'allakum tasykuruuna 12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin- Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. wasakhkhara lakum maa fii alssamaawaati wamaa fii al- ardhi jamii'an minhu inna fii dzaalika laaayaatin liqawmin yatafakkaruuna 13. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. qul lilladziina aamanuu yaghfiruu lilladziina laa yarjuuna ayyaama allaahi liyajziya qawman bimaa kaanuu yaksibuuna 14. Katakanlah kepada orang- orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang- orang yang tiada takut hari-hari Allah [1384 ] karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [1384 ] Yang dimaksud hari-hari Allah ialah hari-hari di waktu Allah menimpakan siksaan- siksaan kepada mereka. man 'amila shaalihan falinafsihi waman asaa-a fa'alayhaa tsumma ilaa rabbikum turja'uuna 15. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. walaqad aataynaa banii israa-iila alkitaaba waalhukma waalnnubuwwata warazaqnaa hum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum 'alaa al'aalamiina 16. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya). waaataynaahum bayyinaatin mina al-amri famaa ikhtalafuu illaa min ba'di maa jaa-ahumu al'ilmu baghyan baynahum inna rabbaka yaqdh ii baynahum yawma alqiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna 17. Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. tsumma ja'alnaaka 'alaa syarii'atin mina al-amri faittabi'haa walaa tattabi' ahwaa-a alladziina laa ya'lamuuna 18. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. innahum lan yughnuu 'anka mina allaa hi syay-an wa-inna alzhzhaalimiina ba'dhuhum awliyaau ba'dhin waallaahu waliyyu almuttaqiina 19. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah. Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa. haadzaa bashaa-iru lilnnaasi wahudan warahmatun liqawmin yuuqinuuna 20. Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. * am hasiba alladziina ijtarahuu alssayyi-aati an naj'alahum kaalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati sawaa-an mahyaahum wamamaatuhum saa-a maa yahkumuuna 21. Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. wakhalaqa allaahu alssamaawaati waal-ardha bialhaqqi walitujzaa kullu nafsin bimaa kasabat wahum laa yuzhlamuuna 22. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. afara-ayta mani ittakhadza ilaahahu hawaahu wa-adhallahu allaahu 'alaa 'ilmin wakhatama 'alaa sam'ihi waqalbihi waja'ala 'alaa basharihi ghisyaawatan faman yahdiihi min ba'di allaahi afalaa tadzakkaruuna 23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya [1385 ] dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? [1385 ] Maksudnya Tuhan membiarkan orang itu sesat, karena Allah telah mengetahui bahwa dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya. waqaaluu maa hiya illaa hayaatunaa alddunyaa namuutu wanahyaa wamaa yuhlikunaa illaa alddahru wamaa lahum bidzaalika min 'ilmin in hum illaa yazhunnuuna 24. Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. wa-idzaa tutlaa 'alayhim aayaatunaa bayyinaatin maa kaana hujjatahum illaa an qaaluu i/tuu bi-aabaa-inaa in kuntum shaadiqiina 25. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan: "Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang- orang yang benar." quli allaahu yuhyiikum tsumma yumiitukum tsumma yajma'ukum ilaa yawmi alqiyaamati laa rayba fiihi walaakinna aktsara alnnaasi laa ya'lamuuna 26. Katakanlah: "Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. walillaahi mulku alssamaawaati waal-ardhi wayawma taquumu alssaa'atu yawma-idzin yakhsaru almubthiluuna 27. Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebathilan. wataraa kulla ummatin jaatsiyatan kullu ummatin tud'aa ilaa kitaabihaa alyawma tujzawna maa kuntum ta'maluuna 28. Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. haadzaa kitaabunaa yanthiqu 'alaykum bialhaqqi innaa kunnaa nastansikhu maa kuntum ta'maluuna 29. ( Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan". fa-ammaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati fayudkhiluhum rabbuhum fii rah matihi dzaalika huwa alfawzu almubiinu 30. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata. * wa-ammaa alladziina kafaruu afalam takun aayaatii tutlaa 'alaykum faistakbartum wakuntum qawman mujrimiina 31. Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan): "Maka apakah belum ada ayat-ayat Ku yang dibacakan kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa?" wa-idzaa qiila inna wa'da allaahi haqqun waalssaa'atu laa rayba fiihaa qultum maa nadrii maa alssaa'atu in nazhunnu illaa zhannan wamaa nahnu bimustayqiniina 32. Dan apabila dikatakan (kepadamu): "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya", niscaya kamu menjawab: "Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)". wabadaa lahum sayyi-aatu maa 'amiluu wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uuna 33. Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok- olokkannya. waqiila alyawma nansaakum kamaa nasiitum liqaa-a yawmikum haadzaa wama/ waakumu alnnaaru wamaa lakum min naasiriina 34. Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong". dzaalikum bi-annakumu ittakhadztum aayaati allaahi huzuwan wagharratkumu alh ayaatu alddunyaa faalyawma laa yukhrajuuna minhaa walaa hum yusta'tabuuna 35. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. falillaahi alhamdu rabbi alssamaawaati warabbi al-ardhi rabbi al'aalamiina 36. Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. walahu alkibriyaau fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu 37. Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Surah Al Ahqaaf: jumlah Ayat: 35

haa-miim 1. Haa Miim [1386 ]. [1386 ] Lihat not 10. tanziilu alkitaabi mina allaahi al'aziizi alhakiimi 2. Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. maa khalaqnaa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa illaa bialhaqqi wa-ajalin musamman waalladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuuna 3. Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. qul ara-aytum maa tad'uuna min duuni allaahi aruunii maatsaa khalaquu mina al-ardhi am lahum syirkun fii alssamaa waati iituunii bikitaabin min qabli haadzaa aw atsaaratin min 'ilmin in kuntum shaadiqiina 4. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar" waman adhallu mimman yad'uu min duuni allaahi man laa yastajiibu lahu ilaa yawmi alqiyaamati wahum 'an du'aa- ihim ghaafiluuna 5. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan- sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka? wa-idzaa husyira alnnaasu kaanuu lahum a'daa-an wakaanuu bi'ibaadatihim kaafiriina 6. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan- pemujaan mereka. wa-idzaa tutlaa 'alayhim aayaatunaa bayyinaatin qaala alladziina kafaruu lilhaqqi lammaa jaa-ahum haadzaa sihrun mubiinun 7. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang- orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata". am yaquuluuna iftaraahu qul ini iftaraytuhu falaa tamlikuuna lii mina allaahi syay-an huwa a'lamu bimaa tufiidhuuna fiihi kafaa bihi syahiidan baynii wabaynakum wahuwa alghafuuru alrrah iimu 8. Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al- Qur'an)". Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al- Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". qul maa kuntu bid'an mina alrrusuli wamaa adrii maa yuf'alu bii walaa bikum in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya wamaa anaa illaa nadziirun mubiinun 9. Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan". qul ara-aytum in kaana min 'indi allaahi wakafartum bihi wasyahida syaahidun min banii israa-iila 'alaa mitslihi faaamana waistakbartum inna allaaha laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina 10. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman [1387 ], sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". [1387 ] Yang dimaksud dengan "seorang saksi dari Bani Israil" ialah Abdullah bin Salam. Ia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad SAW setelah memperhatikan bahwa di antara isi Al-Qur'an ada yang sesuai dengan Taurat, seperti ketauhidan, janji dan ancaman, kerasulan Muhammad SAW, adanya kehidupan akhirat dan sebagainya. waqaala alladziina kafaruu lilladziina aamanuu law kaana khayran maa sabaquunaa ilayhi wa-idz lam yahtaduu bihi fasayaquuluuna haadzaa ifkun qadiimun 11. Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya [1388 ]. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama". [1388 ] Maksud ayat ini ialah bahwa orang-orang kafir itu mengejek orang-orang Islam dengan mengatakan: "Kalau sekiranya Al-Qur'an ini benar tentu kami lebih dahulu beriman kepadanya daripada mereka orang-orang miskin dan lemah itu seperti Bilal, 'Ammar, Suhaib, Habbab radhiyallahu anhum dan sebagainya. wamin qablihi kitaabu muusaa imaaman warahmatan wahaadzaa kitaabun mushaddiqun lisaanan 'arabiyyan liyundzira alladziina zhalamuu wabusyraa lilmuhsiniina 12. Dan sebelum Al-Qur'an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. inna alladziina qaaluu rabbunaa allaahu tsumma istaqaamuu falaa khawfun 'alayhim walaa hum yahzanuuna 13. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah [1389 ] maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. [1389 ] "Istiqamah" ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh. ulaa-ika ash-haabu aljannati khaalidiina fiihaa jazaa-an bimaa kaanuu ya'maluuna 14. Mereka itulah penghuni- penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi ihsaanan hamalat- hu ummuhu kurhan wawadh a'at-hu kurhan wahamluhu wafishaaluhu tsalaatsuuna syahran hattaa idzaa balagha asyuddahu wabalagha arba'iina sanatan qaa la rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka allatii an'amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa-an a'mala shaalihan tardaahu wa- ashlih lii fii dzurriyyatii innii tubtu ilayka wa-innii mina almuslimiina 15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". ulaa-ika alladziina nataqabbalu 'anhum ahsana maa 'amiluu wanatajaawazu 'an sayyi- aatihim fii ash-haabi aljannati wa'da alshshidqi alladzii kaanuu yuu'aduuna 16. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni- penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. waalladzii qaala liwaalidayhi uffin lakumaa ata'idaaninii an ukhraja waqad khalati alquruunu min qablii wahumaa yastaghiitsaani allaaha waylaka aamin inna wa'da allaahi haqqun fayaquulu maa haadzaa illaa asaathiiru al-awwaliina 17. Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka". ulaa-ika alladziina haqqa 'alayhimu alqawlu fii umamin qad khalat min qablihim mina aljinni waal-insi innahum kaa nuu khaasiriina 18. Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. walikullin darajaatun mimmaa 'amiluu waliyuwaffiyahum a'maa lahum wahum laa yuzhlamuuna 19. Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan- pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan. wayawma yu'radhu alladziina kafaruu 'alaa alnnaari adzhabtum thayyibaatikum fii hayaatikumu alddunyaa waistamta'tum bihaa faalyawma tujzawna 'adzaaba alhuuni bimaa kuntum tastakbiruuna fii al-ardhi bighayri alhaqqi wabimaa kuntum tafsuquuna 20. Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik". * waudzkur akhaa 'aadin idz andzara qawmahu bial-ahqaafi waqad khalati alnnudzuru min bayni yadayhi wamin khalfihi allaa ta'buduu illaa allaaha innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiimin 21. Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar". qaaluu aji/tanaa lita/fikanaa 'an aalihatinaa fa/tinaa bimaa ta'idunaa in kunta mina alshshaadiqiina 22. Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang- orang yang benar". qaala innamaa al'ilmu 'inda allaahi wauballighukum maa ursiltu bihi walaakinnii araakum qawman tajhaluuna 23. Ia berkata: "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh". falammaa ra-awhu 'aaridhan mustaqbila awdiyatihim qaaluu haadzaa 'aaridhun mumthirunaa bal huwa maa ista'jaltum bihi riihun fiihaa 'adzaabun aliimun 24. Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, tudammiru kulla syay-in bi-amri rabbihaa fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum kadzaalika najzii alqawma almujrimiina 25. yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. walaqad makkannaahum fiimaa in makkannaakum fiihi waja'alnaa lahum sam'an wa- abshaaran wa-af-idatan famaa aghnaa 'anhum sam'uhum walaa abshaaruhum walaa af- idatuhum min syay-in idz kaanuu yajhaduuna bi-aayaati allaahi wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uuna 26. Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. walaqad ahlaknaa maa hawlakum mina alquraa washarrafnaa al-aayaati la'allahum yarji'uuna 27. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri- negeri di sekitarmu [1390 ] dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat). [1390 ] Yang dimaksud dengan "negeri-negeri di sekitarmu" ialah negeri-negeri yang berada di sekitar kota Mekah, seperti negeri-negeri Al Hijr, Sadum, Ma'rib dan lain-lain. falawlaa nasharahumu alladziina ittakhadzuu min duuni allaahi qurbaanan aalihatan bal dhalluu 'anhum wadzaalika ifkuhum wamaa kaanuu yaftaruuna 28. Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada- adakan. wa-idz sharafnaa ilayka nafaran mina aljinni yastami'uuna alqur- aa na falammaa hadharuuhu qaaluu anshituu falammaa qudhiya wallaw ilaa qawmihim mundziriina 29. Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. qaaluu yaa qawmanaa innaa sami'naa kitaaban unzila min ba'di muusaa mushaddiqan limaa bayna yadayhi yahdii ilaa alhaqqi wa-ilaa thariiqin mustaqiimin 30. Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab- kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. * yaa qawmanaa ajiibuu daa'iya allaahi waaaminuu bihi yaghfir lakum min dzunuubikum wayujirkum min 'adzaabin aliimin 31. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu [1391 ] dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. [1391 ] Maksudnya: dosa-dosa terhadap Allah. waman laa yujib daa'iya allaahi falaysa bimu'jizin fii al-ardhi walaysa lahu min duunihi awliyaa -a ulaa-ika fii dhalaalin mubiinin 32. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata". awa lam yaraw anna allaaha alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha walam ya'ya bikhalqihinna biqaadirin 'alaa an yuhyiya almawtaa balaa innahu 'alaa kulli syay-in qadiirun 33. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. wayawma yu'radhu alladziina kafaruu 'alaa alnnaari alaysa haadzaa bialhaqqi qaaluu balaa warabbinaa qaala fadzuuquu al'adzaaba bimaa kuntum takfuruuna 34. Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab: "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar". faishbir kamaa shabara uluu al'azmi mina alrrusuli walaa tasta'jil lahum ka-annahum yawma yarawna maa yuu'aduuna lam yalbatsuu illaa saa'atan min nahaarin balaaghun fahal yuhlaku illaa alqawmu alfaasiquuna 35. Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.

Surah Muhammad: Jumlah Ayat: 39

alladziina kafaruu washadduu 'an sabiili allaahi adhalla a'maalahum 1. Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka. [1392 ] [1392 ] Maksudnya: Semua amal perbuatan mereka tidak mendapat bimbingan dari Allah, tidak dihargai dan tidak mendapat pahala. waalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati waaamanuu bimaa nuzzila 'alaa muhammadin wahuwa alhaqqu min rabbihim kaffara 'anhum sayyi-aa tihim wa-ashlaha baalahum 2. Dan orang-orang mu'min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan- kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. dzaalika bi-anna alladziina kafaruu ittaba'uu albaathila wa- anna alladziina aamanuu ittaba'uu alhaqqa min rabbihim kadzaalika yadhribu allaahu lilnnaasi amtsaalahum 3. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mu'min mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. fa-idzaa laqiitumu alladziina kafaruu fadharba alrriqaabi hattaa idzaa atskhantumuuhum fasyudduu alwatsaaqa fa- immaa mannan ba'du wa- immaa fidaa-an hattaa tadha'a alharbu awzaarahaa dzaalika walaw yasyaau allaahu laintashara minhum walaakin liyabluwa ba'dhakum biba'dhin waalladziina qutiluu fii sabiili allaahi falan yudhilla a'maalahum sayahdiihim wayushlihu baalahum 4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. sayahdihim wa yushlihu baa lahum 5. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, wayudkhiluhumu aljannata 'arrafahaa lahum 6. dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in tanshuruu allaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum 7. Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. waalladziina kafaruu fata'san lahum wa-adhalla a'maalahum 8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. dzaalika bi-annahum karihuu maa anzala allaahu fa-ahbatha a'maalahum 9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala- pahala) amal-amal mereka. afalam yasiiruu fii al-ardhi fayanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu alladziina min qablihim dammara allaahu 'alayhim walilkaafiriina amtsaaluhaa 10. Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. dzaalika bi-anna allaaha mawlaa alladziina aamanuu wa-anna alkaafiriina laa mawlaa lahum 11. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung. inna allaaha yudkhilu alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru waalladziina kafaruu yatamatta'uuna waya/kuluuna kamaa ta/kulu al-an'aamu waalnnaaru matswan lahum 12. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mu'min dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang- senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka. waka-ayyin min qaryatin hiya asyaddu quwwatan min qaryatika allatii akhrajatka ahlaknaa hum falaa naasira lahum 13. Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka. afaman kaana 'alaa bayyinatin min rabbihi kaman zuyyina lahu suu-u 'amalihi waittaba'uu ahwaa -ahum 14. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya? matsalu aljannati allatii wu'ida almuttaquuna fiihaa anhaarun min maa-in ghayri aasinin wa- anhaarun min labanin lam yataghayyar tha'muhu wa- anhaarun min khamrin ladzdzatin lilsysyaaribiina wa- anhaarun min 'asalin mushaffan walahum fiihaa min kulli altstsamaraati wamaghfiratun min rabbihim kaman huwa khaa lidun fii alnnaari wasuquu maa-an hamiiman faqaththha'a am'aa-ahum 15. ( Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah- buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? waminhum man yastami'u ilayka h attaa idzaa kharajuu min 'indika qaaluu lilladziina uutuu al'ilma maatsaa qaala aanifan ulaa-ika alladziina thaba'a allaahu 'alaa quluubihim waittaba'uu ahwaa-ahum 16. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka. waalladziina ihtadaw zaadahum hudan waaataahum taqwaahum 17. Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. fahal yanzhuruuna illaa alssaa'ata an ta/tiyahum baghtatan faqad jaa-a asyraathuhaa fa-annaa lahum idzaa jaa-at-hum dzikraahum 18. Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba- tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? fai'lam annahu laa ilaaha illaa allaahu waistaghfir lidzanbika walilmu/miniina waalmu/ minaa ti waallaahu ya'lamu mutaqallabakum wamatswaa kum 19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. wayaquulu alladziina aamanuu lawlaa nuzzilat suuratun fa- idzaa unzilat suuratun muhkamatun wadzukira fiihaa alqitaalu ra-ayta alladziina fii quluubihim maradhun yanzhuruuna ilayka nazhara almaghsyiyyi 'alayhi mina almawti fa-awlaa lahum 20. Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat [1393 ] yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. [1393 ] Yang dimaksud dengan "surat" di sini ialah surat yang berisi perintah untuk memerangi orang-orang kafir. * thaa'atun waqawlun ma'ruufun fa-idzaa 'azama al-amru falaw shadaquu allaaha lakaana khayran lahum 21. Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. fahal 'asaytum in tawallaytum an tufsiduu fii al-ardh i watuqaththhi'uu arhaamakum 22. Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? ulaa-ika alladziina la'anahumu allaahu fa-ashammahum wa- a'maa abshaarahum 23. Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. afalaa yatadabbaruuna alqur- aana am 'alaa quluubin aqfaaluhaa 24. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci? inna alladziina irtadduu 'alaa adbaarihim min ba'di maa tabayyana lahumu alhudaa alsysyaythaanu sawwala lahum wa-amlaa lahum 25. Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan- angan mereka. dzaalika bi-annahum qaaluu lilladziina karihuu maa nazzala allaahu sanuthii'ukum fii ba'dhi al-amri waallaahu ya'lamu israarahum 26. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang- orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. fakayfa idzaa tawaffat-humu almalaa-ikatu yadhribuuna wujuuhahum wa-adbaarahum 27. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? dzaalika bi-annahumu ittaba'uu maa askhatha allaaha wakarihuu ridhwaanahu fa-ahbatha a'maalahum 28. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. am hasiba alladziina fii quluubihim maradhun an lan yukhrija allaahu adhghaanahum 29. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka ? walaw nasyaau la- araynaakahum fala'araftahum bisiimaahum walata'rifannahum fii lahni alqawli waallaahu ya'lamu a'maalakum 30. Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan- kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan- perbuatan kamu. * walanabluwannakum hattaa na'lama almujaahidiina minkum waalshshaabiriina wanabluwa akhbaarakum 31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang- orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. inna alladziina kafaruu washadduu 'an sabiili allaahi wasyaaqquu alrrasuula min ba'di maa tabayyana lahumu alhudaa lan yadhuruu allaaha syay-an wasayuhbithu a'maalahum 32. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal- amal mereka. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu athii'uu allaaha wa-athii'uu alrrasuula walaa tubthiluu a'maalakum 33. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. inna alladziina kafaruu washadduu 'an sabiili allaahi tsumma maatuu wahum kuffaarun falan yaghfira allaahu lahum 34. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. falaa tahinuu watad'uu ilaa alssalmi wa-antumu al-a'lawna waallaa hu ma'akum walan yatirakum a'maalakum 35. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. innamaa alhayaatu alddunyaa la'ibun walahwun wa-in tu/ minuu watattaquu yu/tikum ujuurakum walaa yas-alkum amwaalakum 36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu. in yas-alkumuuhaa fayuhfikum tabkhaluu wayukhrij adh ghaanakum 37. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. haa antum haaulaa-i tud'awna litunfiquu fii sabiili allaahi faminkum man yabkhalu waman yabkhal fa-innamaa yabkhalu 'an nafsihi waallaahu alghaniyyu wa-antumu alfuqaraa u wa-in tatawallaw yastabdil qawman ghayrakum tsumma laa yakuunuu amtsaalakum 38. Ingatlah, kamu ini orang- orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang- orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

Surah Al Faat-h: jumlah Ayat: 29

innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata [1394 ], [1394 ] Menurut pendapat sebagian ahli Tafsir yang dimaksud dengan kemenangan itu ialah kemenangan penaklukan Mekah, dan ada yang mengatakan penaklukan negeri Rum dan ada pula yang mengatakan Perdamaian Hudaibiyah. Tetapi kebanyakan ahli Tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud di sini ialah Perdamaian Hudaibiyah. liyaghfira laka allaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhara wayutimma ni'matahu 'alayka wayahdiyaka sh iraathan mustaqiimaan 2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, wayanshuraka allaahu nashran 'aziizaan 3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). huwa alladzii anzala alssakiinata fii quluubi almu/miniina liyazdaa duu iimaanan ma'a iimaanihim walillaahi junuudu alssamaawaati waal-ardhi wakaana allaahu 'aliiman hakiimaan 4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi [1395 ] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, [1395 ] Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mu'min seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya, liyudkhila almu/miniina waalmu/minaa ti jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa wayukaffira 'anhum sayyi-aatihim wakaana dzaalika 'inda allaahi fawzan 'azhiimaan 5. supaya Dia memasukkan orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah, wayu'adzdziba almunaafiqiina waalmunaafiqaati waalmusyrikiina waalmusyrikaa ti alzhzhaanniina biallaahi zhanna alssaw-i 'alayhim daa-iratu alssaw-i waghadhiba allaahu 'alayhim wala'anahum wa-a'adda lahum jahannama wasaa -at mashiiraan 6. dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang- orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. walillaahi junuudu alssamaawaati waal-ardhi wakaana allaahu 'aziizan hakiimaan 7. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi [1396 ]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [1396 ] Lihat not 1395.
innaa arsalnaaka syaahidan wamubasysyiran wanadziiraan 8. Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, litu/minuu biallaahi warasuulihi watu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbih uuhu bukratan wa- ashiilaan 9. supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul- Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. inna alladziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uuna allaaha yadu allaahi fawqa aydiihim faman nakatsa fa-innamaa yankutsu 'alaa nafsihi waman awfaa bimaa 'aahada 'alayhu allaaha fasayu/tiihi ajran 'azhiimaan 10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah [1397 ]. Tangan Allah di atas tangan mereka [1398 ], maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. [1397 ] Pada bulan Dzulkaedah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan 'umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai'ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut "Bai'atur Ridwan". Bai'atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan "Shulhul Hudaibiyah". [1398 ] Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Caranya berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Jadi maksud tangan Allah di atas mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah. Jadi seakan-akan Allah di atas tangan orang-orang yang berjanji itu. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Maha Suci dari segala sifat- sifat yang menyerupai makhluknya. sayaquulu laka almukhallafuuna mina al-a'raa bi syaghalatnaa amwaalunaa wa-ahluunaa faistaghfir lanaa yaquuluuna bi- alsinatihim maa laysa fii quluubihim qul faman yamliku lakum mina allaa hi syay-an in araada bikum dharran aw araada bikum naf'an bal kaana allaahu bimaa ta'maluuna khabiiraan 11. Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah : "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. bal zhanantum an lan yanqaliba alrrasuulu waalmu/minuuna ilaa ahliihim abadan wazuyyina dzaa lika fii quluubikum wazhanantum zhanna alssaw-i wakuntum qawman buuraan 12. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mu'min tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. waman lam yu/min biallaahi warasuulihi fa-innaa a'tadnaa lilkaafiriina sa'iiraan 13. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul- Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang- orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala. walillaahi mulku alssamaawaati waal-ardhi yaghfiru liman yasyaau wayu'adzdzibu man yasyaau wakaana allaahu ghafuuran rahiimaan 14. Dan hanya kepunyaan Allah- lah kerajaan langit dan bumi.Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. sayaquulu almukhallafuuna idzaa inthalaqtum ilaa maghaanima lita/khudzuuhaa dzaruunaa nattabi'kum yuriiduuna an yubaddiluu kalaa ma allaahi qul lan tattabi'uunaa kadzaalikum qaala allaahu min qablu fasayaquuluuna bal tah suduunanaa bal kaanuu laa yafqahuuna illaa qaliilaan 15. Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan [1399 ]: "Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu"; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: "Kamu sekali- kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya"; mereka akan mengatakan : "Sebenarnya kamu dengki kepada kami". Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali. [1399 ] Maksudnya : berangkat untuk pergi berperang. qul lilmukhallafiina mina al- a'raa bi satud'awna ilaa qawmin ulii ba/sin syadiidin tuqaa tiluunahum aw yuslimuuna fa-in tuthii'uu yu/ tikumu allaahu ajran hasanan wa-in tatawallaw kamaa tawallaytum min qablu yu'adzdz ibkum 'adzaaban aliimaan 16. Katakanlah kepada orang- orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih". laysa 'alaa al-a'maa harajun walaa 'alaa al-a'raji harajun walaa 'alaa almariidhi harajun waman yuthi'i allaaha warasuulahu yudkhilhu jannaa tin tajrii min tahtihaa al- anhaaru waman yatawalla yu'adzdzibhu 'adzaaban aliimaan 17. Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih. laqad radhiya allaahu 'ani almu/ miniina idz yubaayi'uunaka tahta alsysyajarati fa'alima maa fii quluubihim fa-anzala alsakiinata 'alayhim wa- atsaa bahum fathan qariibaan 18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon [1400 ], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) [1401 ]. [1400 ] Lihat not 1397.
[1401 ] Yang dimaksud dengan "kemenangan yang dekat" ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar. wamaghaanima katsiiratan ya/ khudzuunahaa wakaana allaahu 'aziizan hakiimaan 19. Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil.Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. wa'adakumu allaahu maghaanima katsiiratan ta/ khudzuunahaa fa'ajjala lakum haadzihi wakaffa aydiya alnnaasi 'ankum walitakuuna aayatan lilmu/miniina wayahdiyakum shiraathan mustaqiimaan 20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu [1402 ] dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang- orang mu'min dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus. [1402 ] Maksudnya: Allah menjanjikan harta rampasan yang banyak kepada kaum muslimin, sebagai pendahuluan dari harta rampasan yang banyak yang dikaruniakan-Nya itu, Allah memberikan harta rampasan yang mereka peroleh pada perang Khaibar itu. * waukhraa lam taqdiruu 'alayhaa qad ahatha allaahu bihaa wakaana allaahu 'alaa kulli syay- in qadiiraan 21. Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya [1403 ]. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [1403 ] Maksudnya: Allah telah menjanjikan kepada kaum muslimin untuk menaklukkan negeri-negeri yang lain yang di waktu itu mereka belum dapat menaklukkannya; tetapi negeri- negeri itu telah dipastikan Allah untuk ditaklukkan oleh kaum Muslimin dan dijaga-Nya dari penaklukan-penaklukan orang- orang lain. Janji Allah ini telah terbukti dengan ditaklukkannya negeri-negeri Persia dan Rumawi oleh kaum Muslimin. walaw qaatalakumu alladziina kafaruu lawallawuu al-adbaara tsumma laa yajiduuna waliyyan walaa nashiiraan 22. Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. sunnata allaahi allatii qad khalat min qablu walan tajida lisunnati allaa hi tabdiilaan 23. Sebagai suatu sunnatullah [1404 ] yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. [1404 ] " Sunnatullah " yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya. wahuwa alladzii kaffa aydiyahum 'ankum wa- aydiyakum 'anhum bibathni makkata min ba'di an azh farakum 'alayhim wakaana allaahu bimaa ta'maluuna bashiiraan 24. Dan dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. humu alladziina kafaruu washadduukum 'ani almasjidi alharaami waalhadya ma'kuufan an yablugha mahillahu walawlaa rijaalun mu/minuuna wanisaaun mu/minaatun lam ta'lamuuhum an tathauuhum fatushiibakum minhum ma'arratun bighayri 'ilmin liyudkhila allaa hu fii rahmatihi man yasyaau law tazayyaluu la'adzdzabnaa alladziina kafaruu minhum 'adzaaban aliimaan 25. Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mu'min dan perempuan- perempuan yang mu'min yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang- orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih. idz ja'ala alladziina kafaruu fii quluubihimu alhamiyyata hamiyyata aljaahiliyyati fa- anzala allaahu sakiinatahu 'alaa rasuulihi wa'alaa almu/miniina wa-alzamahum kalimata alttaqwaa wakaanuu ahaqqa bihaa wa-ahlahaa wakaana allaahu bikulli syay-in 'aliimaan 26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa [1405 ] dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [1405 ] "Kalimat" takwa ialah kalimat tauhid dan memurnikan keta'atan kepada Allah. laqad shadaqa allaahu rasuulahu alrru/yaa bialhaqqi latadkhulunna almasjida alh araama in syaa-a allaahu aaminiina muhalliqiina ruuusakum wamuqashshiriina laa takhaafuuna fa'alima maa lam ta'lamuu faja'ala min duuni dzaa lika fathan qariibaan 27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat [1406 ]. [1406 ] Selang beberapa lama sebelum terjadi "Perdamaian Hudaibiyah" Nabi Muhammad SAW bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebahagian mereka bercukur rambut dan sebahagian lagi bergunting. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu akan terjadi nanti. Kemudian berita ini tersiar di kalangan kaum muslim, orang-orang munafik, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah dan kaum muslimin waktu itu tidak sampai memasuki Mekah maka orang-orang munafik memperolok-olokkan Nabi dan menyatakan bahwa mimpi Nabi yang dikatakan beliau pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mimpi Nabi itu pasti akan menjadi kenyataan di tahun yang akan datang. Dan sebelum itu dalam waktu yang dekat Nabi akan menaklukkan kota Khaibar. Andaikata pada tahun terjadinya Perdamaian Hudaibiyah itu kaum muslim memasuki kota Mekah, maka dikhawatirkan keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada dalam kota Mekah waktu itu. huwa alladzii arsala rasuulahu bialhudaa wadiini alhaqqi liyuzhhirahu 'alaa alddiini kullihi wakafaa biallaahi syahiidaan 28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. muhammadun rasuulu allaahi waalladziina ma'ahu asyiddaau 'alaa alkuffaari ruhamaau baynahum taraahum rukka'an sujjadan yabtaghuuna fadhlan mina allaahi waridhwaanan siimaahum fii wujuuhihim min atsari alssujuudi dzaalika matsaluhum fii alttawraati wamatsaluhum fii al-injiili kazar'in akhraja syath -ahu faaazarahu faistaghlazha faistawaa 'alaa suuqihi yu'jibu alzzurraa'a liyaghiizha bihimu alkuffaara wa'ada allaahu alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati minhum maghfiratan wa-ajran 'azh iimaan 29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang- orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud [1407 ]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [1407 ] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Surah Al Hujaraat: jumlah Ayat: 18

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tuqaddimuu bayna yadayi allaahi warasuulihi waittaquu allaaha inna allaaha samii'un 'aliimun 1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya [1408 ] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [1408 ] Maksudnya orang-orang mu'min tidak boleh menetapkan sesuatu hukum, sebelum ada ketetapan dari Allah dan RasulNya. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tarfa'uu ashwaatakum fawqa shawti alnnabiyyi walaa tajharuu lahu bialqawli kajahri ba'dh ikum liba'dhin an tahbatha a'maalukum wa-antum laa tasy'uruuna 2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu [1409 ], sedangkan kamu tidak menyadari. [1409 ] Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. Karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan. inna alladziina yaghudhdhuuna ashwaatahum 'inda rasuuli allaahi ulaa-ika alladziina imtahana allaahu quluubahum lilttaqwaa lahum maghfiratun wa-ajrun 'azhiimun 3. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang- orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. inna alladziina yunaaduunaka min waraa-i alhujuraati aktsaruhum laa ya'qiluuna 4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti. walaw annahum shabaruu hattaa takhruja ilayhim lakaana khayran lahum waallaahu ghafuurun rahiimun 5. Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabayyanuu an tushiibuu qawman bijahaalatin fatushbihuu 'alaa maa fa'altum naadimiina 6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. wai'lamuu anna fiikum rasuula allaa hi law yuthii'ukum fii katsiirin mina al-amri la'anittum walaa kinna allaaha habbaba ilaykumu al-iimaana wazayyanahu fii quluubikum wakarraha ilaykumu alkufra waalfusuuqa waal'ish yaana ulaa-ika humu alrraasyiduuna 7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, fadhlan mina allaahi wani'matan waallaahu 'aliimun hakiimun 8. sebagai karunia dan ni'mat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. wa-in thaa-ifataani mina almu/ miniina iqtataluu fa-ashlihuu baynahumaa fa-in baghat ihdaahumaa 'alaa al-ukhraa faqaatiluu allatii tabghii hattaa tafii-a ilaa amri allaahi fa-in faa- at fa-ashlihuu baynahumaa bial'adli wa-aqsithuu inna allaaha yuhibbu almuqsithiina 9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. innamaa almu/minuuna ikhwatun fa-ashlihuu bayna akhawaykum waittaquu allaaha la'allakum turhamuuna 10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. * yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa yaskhar qawmun min qawmin 'asaa an yakuunuu khayran minhum walaa nisaaun min nisaa-in 'asaa an yakunna khayran minhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanaabazuu bial-alqaabi bi/sa al- ismu alfusuuqu ba'da al-iimaani waman lam yatub faulaa-ika humu alzhzhaalimuuna 11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri [1410 ] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman [1411 ] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. [1410 ] "Jangan mencela dirimu sendiri" maksudnya ialah mencela antara sesama mu'min karana orang-orang mu'min seperti satu tubuh. [1411 ] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ijtanibuu katsiiran mina alzhzh anni inna ba'dha alzhzhanni itsmun walaa tajassasuu walaa yaghtab ba'dhukum ba'dhan ayuhibbu ahadukum an ya/kula lahma akhiihi maytan fakarihtumuuhu waittaquu allaa ha inna allaaha tawwaabun rahiimun 12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba- sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. yaa ayyuhaa alnnaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wauntsaa waja'alnaakum syu'uuban waqabaa-ila lita'aarafuu inna akramakum 'inda allaahi atqaakum inna allaaha 'aliimun khabiirun 13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. qaalati al-a'raabu aamannaa qul lam tu/minuu walaakin quuluu aslamnaa walammaa yadkhuli al-iimaanu fii quluubikum wa-in tuthii'uu allaaha warasuulahu laa yalitkum min a'maalikum syay-an inna allaaha ghafuurun rahiimun 14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." innamaa almu/minuuna alladziina aamanuu biallaahi warasuulihi tsumma lam yartaa buu wajaahaduu bi- amwaalihim wa-anfusihim fii sabiili allaahi ulaa-ika humu alshshaadiquuna 15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang- orang yang benar. qul atu'allimuuna allaaha bidiinikum waallaahu ya'lamu maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi waallaahu bikulli syay- in 'aliimun 16. Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?" yamunnuuna 'alayka an aslamuu qul laa tamunnuu 'alayya islaamakum bali allaahu yamunnu 'alaykum an hadaa kum lil-iimaani in kuntum shaadiqiina 17. Mereka merasa telah memberi ni'mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni'mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan ni'mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." inna allaaha ya'lamu ghayba alssamaawaati waal-ardhi waallaahu bashiirun bimaa ta'maluuna 18. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

www.picasion.com

SAHABAT

TOTAL TAYANGAN KAMI
free hit counter

KLIK MURTOMPANG CITY